Margonda Raya KM 2 - Jalan Kedondong Kemirimuka - Beji Depok
+62 857 164 000 51

Membangun Budaya Ilmiah di SMA Putra Bangsa Depok

Membangun Budaya Ilmiah di SMA Putra Bangsa Depok

Banyak upaya dalam rangka membangun budaya ilmiah di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan membelajarkan para peserta didik -khususnya SMA- dengan menyusun sebuah Karya Tulis Ilmiah. Karya Tulis Ilmiah adalah sebuah karya tulis yang disusun berdasarkan kaidah dan langkah-langkah ilmiah.

Ciri-ciri karya tulis ilmiah di antaranya : logis, objektif, dan sistematis.

Logis artinya semua data, argumen, dan penjelasan dalam karya tulis bersifat masuk akal.

Objektif artinya data atau keterangan yang dijelaskan menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

Sistematis artinya setiap permasalahan yang diuraikan disusun secara teratur, runtut, dan tidak tumpang tindih.

Para peserta didik pada tingkatan Sekolah Menengah Atas (SMA) dipersiapkan untuk memiliki kemampuan akademis yang cukup sebagai bekal untuk menghadapi jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sudah sama-sama kita ketahui bahwa di seluruh perguruan tinggi, sebagai salah satu syarat kelulusan adalah para mahasiswanya wajib menyusun sebuah tugas akhir atau skripsi.

Sebagai salah satu Satuan Pendidikan Tingkat Menengah Atas, SMA Putra Bangsa Depok berkepentingan untuk mempersiapkan para lulusannya memiliki skill dan kemampuan akademis yang memadai dan pengembangan budaya ilmiah. Untuk itulah dibuat sebuah kebijakan terhadap setiap peserta didik kelas XII untuk dapat menyusun sebuah Karya Tulis Ilmiah.

Kewajiban penyusunan karya tulis ilmiah bagi kelas XII SMA Putra Bangsa merupakan program rutin yang sudah diagendakan setiap tahun. Kegiatan ini dimulai dari tahap pembentukan kepanitiaan, sosialisasi kepada seluruh peserta didik, bimbingan penyusunan karya tulis, dan ujian karya tulis.

Karya tulis disusun menurut sistematika yang sudah ditentukan meliputi BAB I (Pendahuluan), BAB II ( Landasan Teori dan Kerangka Berpikir), BAB III (Metode Penelitian) BAB IV (Pembahasan ), BAB V (Penutup).

Walaupun demikian, para peserta didik tidak dituntut harus menyusun karya tulis secara sempurna selayaknya skripsi pada jenjang perguruan tinggi, mereka dituntut hanya sebatas tahu dan mengikuti standar minimal penulisan agar nantinya mereka memiliki pengalaman yang bisa diingat kembali pada saat mereka menjadi mahasiswa di perguruan tinggi.

Lama penyusunan karya tulis para peserta didik sekitar enam bulan atau satu semester. Kegiatan diakhiri dengan sidang pengujian karya tulis, yang telah dilaksanakan pada 13 Januari 2020 yang lalu untuk jurusan MIPA dan 14 Januari 2020 untuk jurusan IPS.

Setelah sidang ujian karya tulis selesai dilaksanakan, selanjutnya para peserta didik diberikan kesempatan untuk melakukan revisi atau perbaikan terhadap koreksi yang diberikan para penguji terhadap karya tulis mereka. Setelah revisi selesai dan sudah ditandatangi para pembimbing dan penguji serta kepala sekolah, selanjutnya dilakukan penjilidan hard cover dan dikumpulkan ke panitia

Referensi:

1.(http://desyanakharisma.blogspot.com/2016/12/karya-ilmiah-karya-tulis-terdiridari.html?m=1)

2.(https://www.ruangilmiah.com/2015/05/pengertian-dan-jenis-karya-tulis.html?m=1)