Margonda Raya KM 2 - Jalan Kedondong Kemirimuka - Beji Depok
+62 8571 64000 51

SMA Putra Bangsa Sukses Menggelar Wisuda Tahfizh Juz 30

Terwujudnya Insan yang berkarakter, berprestasi , berbudaya dan berwawasan lingkungan berlandaskan Iman dan Takwa

SMA Putra Bangsa Sukses Menggelar Wisuda Tahfizh Juz 30

SMA Putra Bangsa Depok kembali menggelar kegiatan bertajuk Wisuda Tahfizh Juz 30 yang dipadukan dengan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1442 H. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin di SMA Putra Bangsa pada setiap tahunnya, dan sudah menjadi program sekolah yang berada di bawah ranah kurikulum dan kesiswaaan.

Program Tahfizh Juz 30 merupakan salah satu program unggulan di SMA Putra Bangsa, meskipun sekolah ini merupakan sekolah berbasis nasional di bawah Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Para peserta didik-khususnya di kelas terpadu-dibina untuk dapat menghapal dan memahami Juz 30 yang terdiri dari 37 surat, dari surat An Naba’ hingga surat An Naas.

Puncak kegiatan Wisuda Tahfizh Juz 30 dan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW ini dilaksanakan pada Kamis 8 April 2021. Kegiatan ini dilaksanakan secara blended antara luring dan daring, mengingat masih belum meredanya wabah pandemi Covid-19. Acara ini dimulai pukul 07.45 WIB dan diawali dengan pembacaan dzikir yang dipimpin oleh Ustadz Nurhasan,S.Ag,.M.Pd dan Ustadz Mohammad Abdul Naser,S.Pd.

Pembacaan Dzikir oleh Ustadz Nurhasan,S.Ag,.M.Pd
Pembacaan Doa oleh Ustadz Mohammad Abdul Naser,S.PdI

Acara kemudian dilanjutkan sambutan-sambutan, di antaranya sambutan ketua pelaksana yang disampaikan oleh Ropiyadi,S.Pd, sambutan Kepala Sekolah disampaikan langsung oleh bapak Karyono,S.E dan sambutan Direktur Pendidikan NASA Professional School, bapak H. Mahjudin,M.Pd.

Sambutan ketua pelaksana:Ropiyadi,S.Pd
Sambutan Kepala Sekolah : Bapak Karyono,S.E
Sambutan Direktur Pendidikan NASA Professional School: Bapak H. Mahjudin,M.Pd

Sebelumnya, rangkaian kegiatan Wisuda Tahfizh Juz 30 dan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW ini disemarakkan dengan beberapa jenis lomba, di antaranya lomba kaligrafi, puisi Islami, dan Tahfizh Juz 30. Kegiatan lomba ini diadakan secara virtual melaui media YouTube dan Zoom Meeting dan diikuti oleh para siswa SMP/MTs di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Pemberian hadiah kepada para juara lomba Tahfizh Juz 30 oleh Kepala Sekolah

Dalam prosesi Wisuda Tahfizh Juz 30 yang diselenggarakan secara virtual, para peserta melafalkan surah-surah dalam Juz 30 dengan mata tertutup. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan para khalayak bahwa mereka memang benar-benar hapal dan tanpa melihat. Alhamdulillah seluruh peserta wisuda Tahfizh yang berjumlah 25 orang dapat melafalkan ayat demi ayat secara lancar dan baik.

Seorang Peserta Wisuda Tahfizh sedang melafalkan ayat-ayat Al Qur’an Juz 30 dengan mata tertutup

Kegiatan peringatan Isra Mikraj dan Wisuda Tahfizh Qur’an Juz 30 pada tahun ini mengambil tema : “Melalui Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan Wisuda Tahfizh Qur’an, Kita Wujudkan Generasi Milenial yang mampu menerapkan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari”. Untuk memberikan pencerahan kepada para peserta didik terkait tema yang diusung, pihak sekolah mengundang penceramah dari ekternal. Dalam hal ini, alhamdulillah telah hadir Al Habib Ja’far Shodiq Assegaf dan Qori Ustadz Irsyad Al Arsy,S.Pd. Dalam taushiyahnya, Habib Ja’far menjelaskan tentang intisari dari pristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dan buah dari perjalanan Isra Mikraj tersebut, yaitu berupa kewajiban sholat lima waktu.

Al Habib Ja’far Shodiq Assegaf sedang menyampaikan taushiyahnya

Selain itu, beliau juga menyampaikan tentang sepuluh perkara yang dapat menyebabkan hati menjadi keras dan mati, yaitu : Pertama, mengenal Allah, tetapi tidak menunaikan hak-Nya. Kedua, membaca kitab Allah, tetapi tidak mau mempraktikkan isinya. Ketiga, mengaku bermusuhan dengan iblis, tetapi mengikuti tuntunannya. Keempat, mengaku cinta Rasul, tetapi meninggalkan tingkah laku dan sunnah beliau. Kelima, mengaku senang surga, tetapi tidak berbuat menuju kepadanya. Keenam, mengaku takut neraka, tetapi tidak mengakhiri perbuatan dosa. Ketujuh, mengakui kematian itu hak, tetapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kedelapan, asyik meneliti aib-aib orang lain, tetapi melupakan aib-aib dirimu sendiri. Kesembilan, makan rezeki Allah, tetapi tidak bersyukur pada-Nya. Dan kesepuluh, menguburkan orang-orang, tetapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu.

Acara yang dimulai sejak pukul 07.45 WIB inipun berakhir pada pukul 11.45 WIB. Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran acara ini, baik dari para donatur, orang tua, seluruh tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan SMA Putra Bangsa dan tentunya seluruh panitia, baik dari unsur guru maupun unsur OSIS dan ROHIS. Semoga segala amal baik saudara-saudara sekalian mendapat ganjaran yang berlipat di sisi Allah SWT. Aamiin Ya Robbal ‘Alamiin. ***

Ropiyadi ALBA 090421